Why did I choose Environmental Engineering?

Assalamualaikum wr. wb. Kali ini aku mau membagikan cerita kenapa aku akhirnya sampai ke jurusan Teknik Lingkungan di Islamic University of Indonesia. Mulai dari masa-masa aku SMA dulu ya. Aku dulu sekolah di SMA Negeri 2 Kisaran, 3 tahun pasti ya, gausah lama-lama amat. Jadi, waktu aku masih kelas X aku tertarik ikut organisasi yang berbau-bau lingkungan cuz biar ga berat-berat amat latihannya kaya PASKIBRAKA … Lanjutkan membaca Why did I choose Environmental Engineering?

Keadaan

Buah Pena : Rani Wulandari   Nanti dari waktu yang lama Seorang yang buat aku rana Kehabisan waktu kecil di antara Konsistensi hukum bau udara Bawa berita kemenangan angkat bangkitnya hukum-hukum Negara Dan siapa tahu pada suatu ketika Peperangan yang ngeri belaga Kita tinggalkan di belakang kita Bagai menyurat di atas air, bau-bau sungut saja Sederhana Bahagia Roman Muka Dan Habislah Kisaran, 30 September 2016 Lanjutkan membaca Keadaan

Aku, Wanita

Buah Pena: Rani Wulandari   Aku bukan wanita perkasa Yang membeli banyak harta Dari uang ayah ibunya   Aku adalah wanita Yang terlatih dengan metode Bukan dengan menyentuh layar   Aku adalah wanita Yang membuat semua bukan  khayalan Dengan jarak yang jelas dan nyata   Aku adalah wanita Dengan budaya perkampungan adat Yang beradaptasi dengan individualistik   Aku adalah wanita Dengan cara peradaban kuno Meratapi … Lanjutkan membaca Aku, Wanita

Kampung Wisata Lingkungan Sukunan: Pengelolaan Sampah Mandiri

Sampah merupakan hasil sisa kegiatan yang belum memiliki nilai ekonomi. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagi sumber daya yang memiliki potensi ekonomi. Dalam pengelolaannya pun masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Metode end of pipe hanya menimbulkan tumpukan besar di lokasi TPA dan berpotensi … Lanjutkan membaca Kampung Wisata Lingkungan Sukunan: Pengelolaan Sampah Mandiri

Lubang

Lubang Buah Pena : Rani Wulandari Bila kulihat anakan di pojok Duduk berpangku dengkul       (bertekuk lutut) meratap sendu Luka-luka di ujung kulitnya                             Mengering, keras, perih meradang Menjerit berandai kehabisan suara                                Sang anak terisak, teriak, tenggelam Terkenang akan wajah ibunya                    … Lanjutkan membaca Lubang

Pengharapan di Penghujung Senja

Pengharapan di Penghujung Senja Karya : Rani Wulandari   Kelabu merpati terbang ke cakrawala sang Panji mengadu nasib ke ibu pertiwi janji harfiah tinggallah arti   Adalah seorang bapak dari anaknya berjuang, berjuang setangguh anak buana setangguh iman kepeduliannya sampai darah mengalir dari badannya   Seorang yang tabah menanti kedatangan kasih keluarga sang pujaan berkumpullah anak dari perantauan di penghujung senja arah jalan   Kutatapi … Lanjutkan membaca Pengharapan di Penghujung Senja

Seperti Aku Melangkahkan Kakiku yang Berat

  Seperti Aku Melangkahkan Kakiku yang Berat Oleh: Rani Wulandari   Memiliki masa-masa yang cukup berat Dan melewati waktu-waktu di hari kemarin Aku banyak berperang dengan pikiranku Dengan pertanyaan yang melawan kata hatiku Ini pencapaianku yang baru Aku harus lebih kuat dan tegas dari sebelumnya Masalah yang datang, aku harus menyelesaikannya Kalau ingin menangis, tangiskan saja Karena tak ada larangan untuk menangis Dingin yang tersentuh … Lanjutkan membaca Seperti Aku Melangkahkan Kakiku yang Berat

UNTUK INDONESIA MERDEKA DARI SAMPAH

UNTUK INDONESIA MERDEKA DARI SAMPAH Oleh : Rani Wulandari Ini kisah negaraku Indonesia kemerdekaan 71 tahun lamanya amat banyak permasalahannya korupsi sampai perdagangan manusia sudah jadi hal biasa Kita sampaikan permasalahan baru bergenting haru dan bau setonggak semangat yang mengacu padu kelangsungan hidup manusia beribu jadi alasanku Sampah berdebu melayu merangkak laju menyerbu dari tangan sampai perdu serak-serakan di lantai batu jadi musibah berhantu Aku … Lanjutkan membaca UNTUK INDONESIA MERDEKA DARI SAMPAH